Kisah KKN di Desa Religi

Foto Desa Adipuro : Pemandangan Indah Desa Adipuro Kec. Kaliangkrik (diambil oleh @Aziz_Empires)


ExploreSumbing.com - Desa Adipuro merupakan salah satu diantara beberapa desa yang terletak di lereng Gunung Sumbing. Desa ini berada di wilayah Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang. Desa yang berada pada ketinggian 1500 mdpl ini dibentuk pada tahun 2005 dari pemekaran Desa Kaliangkrik[1].
Wilayah Adipuro mencakup 227 hektar yang terdiri dari 115 hektar pemukiman warga dan 112 hektar ladang pertanian penduduk. Desa Adipuro terbagi menjadi 2 dusun yakni dusun Prampelan I dan dusun Prampelan II dan terdiri dari 4 RW serta 35 RT.[2]
Desa yang dihuni 3227 penduduk yang terdiri dari 909 KK ini merupakan salah satu desa yang mempunyai perhatian lebih terhadap kemajuan pendidikan bagi generasi mudanya. Dengan penduduk 100% muslim ini desa adipuro mempunyai persamaan persepsi untuk bersama membangun pandangan / pemikiran desa dengan semangat persatuan. Perbedaan yang ada di desa adipuro tidak menjadi penghalang semangat masyarakat untuk terus menyatukan misi demi tercapainya cita- cita bersama. Berkembangnya 2 organisasi besar berbasis keagamaan yakni Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama di desa ini tidak menimbulkan pergeseran di masyarakat walaupun mempunyai latar belakang pemikiran yang berbeda. 

Berkembangnya 2 organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan yakni Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama di Desa Adipuro membuat wajah desa ini dihiasi persaingan dalam kebaikan "fastabikul khairat". Hal ini dapat dilihat dengan berkembangnya lembaga-lembaga pendidikan yang dimotori oleh masing-masing organisasi di desa ini. Mulai dari TK, SD, MI, SMP (Negeri maupun Muhammadiyah) bahkan sampai pendidikan jenjang SMK menjadi fasilitas yang ada untuk mengasah generasi muda di desa ini sehingga mampu ikut andil dalam proses jalannya negeri. Dari sisi pendidikan non formal berbasis keagamaan juga mengalami kemajuan, adanya Pondok Pesantren Lukman Al Hakim di bawah pengelolaan organisasi Muhammadiyah dan Pondok Pesantren Al Istiqomah di bawah pengelolaan Nahdlatul Ulama menjadi benteng utama untuk mempertahankan desa ini mempunyai identitas religi yang cukup kental. Selain itu, adanya TPA yang juga dikelola masing-masing organisasi keagamaan menjadi tempat candradimuka bagi anak-anak pra remaja untuk belajar agama sejak dini.

Dilihat dari sisi mata pencaharian warga desa Adipuro mayoritas berprofesi sebagai petani tradisional yang jika dirata-rata dari segi penghasilan warga masuk dalam kategori menengah keebawah dalam hal ekonomi. Luasnya lahan pertanian di desa tersebut bahkan sampai di sekitar POS I pendakian Gunung Sumbing mendesak warga Desa Adipuro untuk pintar-pintar dalam pengelolaannya sehingga mampu membuahkan hasil secara maksimal. Kelompok tani menjadi salah satu kelompok yang dianggap wajib keberadaannya di desa tersebut. Salah satu kelompok tani di desa tersebut juga pernah mengantarkan salah satu petaninya mendapat predikat "Petani Teladan" di tingkat Kabupaten Magelang.  Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa warga di daerah geografis berada di lereng sebuah gunung yang jauh dari pusat kota ternyata mempunyai potensi yang melebihi mayoritas masyarakat perkotaan disekitarnya.
Kemudian, pergaulan masyarakat di lereng Sumbing yang mayoritas belum terlalu terkontaminasi pengaruh pergaulan global membuat budaya masyarakat di desa tersebut mempunyai identitas yang masih kuat sebagai masyarakat yang santun dan berjiwa gotong royong tinggi. Sehingga keharmonisan warga dalam kehidupan sehari-hari menjadi menjadi identitas tersendiri di desa dengan julukan "Negeri di Atas Awan" ini. Pada tahap observasi KKN di 3 hari pertama kami menginjakkan kaki di desa ini, kadang merasa aneh dengan sapaan hampir setiap warganya ketika kami lewat didepan rumahnya pasti dipersilakan untuk berkunjung dirumahnya sekedar bincang-bincang keakraban dan diberi makanan ringan dan minuman (dalam bahasa jawa disebut suguhan tamu). Kegiatan yang kental dengan gotong royong warga di desa ini masih begitu melekat menjadi budaya yang sehari-hari dilakukannya. Tak jarang masih bisa kita saksikan ketika ada renofasi rumah salah satu warga, maka tanpa paksaan warga yang lain disekitarnya ikut berpartisipasi dengan sukarela membantu proses tersebut.
Begitulah gambaran umum kondisi sosial yang terjadi sehari-hari di masyarakat lereng Sumbing tepatnya di Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.


[1] Id.m.wikipedia.org/wiki/adipuro_kaliangkrik_magelang
[2] Desaadipuro.id

Post a Comment

0 Comments